KISAH CINTA PERTAMAKU
Pada suatu hari aku pergi menemani sahabatku kesebuah desa yang bisa dikatakan di sana sahabatku mempunyai banyak saudara yang menetap di sana. Setelah sampai di desa tersebut aku berkenalan dengan keluarga sahabatku itu tapi ada yang membuat waktuku berhenti ketika ada seorang gadis yang menyapaku.
Dia berkata “boleh kenalan nggak?” sambil tersenyum. Dan di kala itu juga hati yang tidak pernah merasakan gempa saat itu juga merasakannya seperti ada guncangan yang sangat hebat sampai tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Hari demi hari telah terlewati, selama 2 hari selalu di temani oleh gadis ( MAWAR nama samaran ) tersebut kemanapun aku pergi dan kapanpun karena aku baru pertama kali datang ke desa itu jadi aku belum tau rutenya. Selama dua hari itu aku merasa berbeda karna baru kali ini aku menemui seorang gadis yang lembut tutur katanya, senyumannya, pandanga matanya, semuanya sangat menawan, dan bisa dikatakan sempurna.
Hari perpisahan memang membuatku sedikit gelisah karena hatiku masih menginginkan untuk tetap tinggal di sana. Berselang beberapa minggu aku ada jadwal pekerjaan ke suatu tempat dan kebetulan arah tempat itu melewati desa itu. Sebelum ke tempat pekerjaanku, aku berkunjung ke rumah Mawar. Karena bagiku semua di sana sudah seperti keluargaku sendiri, apa lagi pada saat aku tiba di sana, aku disambut dengan sangat baik. Tapi tiba-tiba hari itu hujan karena hujan aku disuruh menginap dirumahnya. Yang tidak habis pikir dia bela-belain membuat kue buat aku.
Paginya aku pamit untuk melanjutkan perjalanan, sebenarnya aku ingin mengajak Mawar tapi karena baru beberapa kali bertemu aku sungkan sama keluarganya.
Dia hanya berpesan “Hati-hati di jalan ya,”sambil tersenyum.
Di perjalanan aku terbayang-bayang terus senyumannya. Setelah tiba di tempat pekerjaanku aku langsung menghubungi Mawar lewat telepon. Hari demi hari aku lalui dan setelah urusanku selesai, aku paginya pulang. Tapi anehnya setiap berkunjung ke rumah Mawar pasti hujan, seperti sudah direncanakan. Aku ditawari menginap di rumahnya lagi. Malam itu adalah malam yang sangat menegangkan, ternyata di ruangan tengah sedang ada pertemuan sedangkan aku duduk di ruang tamu. Setelah sekian lama aku duduk, keluar lah seorang pemuda yang memandangku dengan tatapan tajam tapi dia langsung berjabat tangan denganku begitu pula orang tuanya dan tidak lama kemudian dia masuk lagi ke ruang tengah. Entah apa yang dibicarakan. Setelah itu dia keluar lagi menatapku dengan tatapan tajam.Dia pun langsung pulang bersama keluarganya. Dalam hatiku bertanya-tanya siapa pemuda itu dan untuk apa dia datang ke rumah Mawar. Aku tidak begitu memikirkannya. Karena sudah larut malam aku berkemas untuk tidur. Tapi tidak disangka, pemuda itu datang lagi dan tidak tanggung-tanggung dia langsung bertanya
“Apakah kamu yang merusak hubunganku dengan Mawar selama ini karena semenjak ada kamu dia sering menolakku” katanya.
Dan saat itu aku baru tahu ternyata Mawar adalah tunangannya dan tanpa berpikir panjang, pemuda itu mengajakku berkelahi karena aku juga hobi berkelahi jadi aku terima tantangannya. Di season pertama aku yang menang dan season kedua aku lagi yang menang. Tapi di season yang kedua ini aku bukan menang dari perkelahian melainkan semua keluarga Mawar mendukungku jadi aku menang mutlak. Setalah amarah pemuda itu reda dan dia hanya terdiam, tiba-tiba Mawar berlari ke arahku dan langsung memelukku dihadapan pemuda itu dan semua keluarganya sambil menangis. Di lain pihak aku langsung di interogasi oleh keluarganya Mawar.
“Apakah kamu suka sama Mawar?” kata ibu Mawar.
”Kalau kamu suka saya tidak melarang, jodoh tidak kemana” kata ayah Mawar.
Mawar juga langsung berkata kalau dia lebih memilihku daripada pemuda itu, alasannya sih karena pemuda itu kurang pengertian.
Dan aku pun menjawab “Untuk sekarang raga saya siap tapi batin saya belum siap karena masih ada beberapa hal yang belum saya laksanakan dan mesti saya capai dulu, karena saya ingin semuanya bahagia.”
Dan setelah itu pemuda itu mengalah dan pergi. Karena sudah larut malam aku disuruh beristirahat tapi aku tidak bisa tidur sampai pagi karena memikirkan pertanyaan itu dan baru itu juga aku di tembak cewek di depan orang tuanya. Dan setelah paginya seperti ada yang berubah semua memperhatikanku dengan senyuman. Setelah sarapan aku berpamitan untuk pulang.
Hari-hariku sudah berjalan seperti biasanya dan aku juga sering berkunjung ke rumahnya Mawar. Dan selalu ada goresan tinta emas disetiap pertemuan kami.
_”sekian”_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar